Skip to main content

EARLY REVIEW Area D Inou Ryouiki – Akankah Jadi ‘Just Another Deadman Wonderland’?

Kemarin nggak sengaja nemu Area D – Inou Ryouiki di status update FB-nya Mangafox. Saya tertarik simply karena gambar preview yang menampilkan kejadian supernova dari rasi bintang Scorpius. The art looks cool, right?

Sekedar info, manga ini adalah hasil kolaborasi antara penulis Jepang (Kyoichi Nanatsuki) dan ilustrator Korea (Yang Kyung-il). Kyouichi Nanatsuki sendiri lebih dikenal sebagai komikus Project ARMS.

12 tahun yang lalu rasi bintang Scorpius mengalami supernova. Dan terjadilah fenomena aneh di mana sejumlah manusia mendadak menjadi semacam mutan dengan kekuatan supernatural (yang kemudian disebut dengan altered). Kini para altered dipandang sebagai ancaman keamanan oleh para manusia normal. Mereka semua akhirnya ditempatkan di sebuah tempat terisolasi (baca: penjara) bernama Area D.

Premisnya mirip Deadman Wonderland? Sejujurnya, well, sekilas iya. Tapi saya nggak bakal serta-merta mencap Area D sebagai jiplakannya Deadman Wonderland. Masih terlalu dini buat bikin kesimpulan kayak gitu. Oke, kesan setelah ngebaca 19 bab awal:

Para karakter yang dulunya manusia normal, karena sebuah fenomena misterius, jadi punya kekuatan supernatural. Bedanya: Deadman Wonderland kekuatan supernaturalnya sebatas memanipulasi darah aja, sedangkan Area D tipe kekuatannya bervariasi (kurang-lebih kayak para mutant di X-Men).

Baik Area D maupun Deadman Wonderland sama-sama berlatar di penjara. Tapi menurut saya, penjara Area D agak lebih ‘bersahabat’ ya ketimbang Wonderland. Area D berbentuk sebuah pulau terpencil, dengan bagian dalam yang persis kayak sebuah kota, lengkap dengan restoran dan berbagai fasilitas umum. Bandingin sama Wonderland yang bener-bener penjara tok dengan suasana yang frustrating abis. Walau suasananya beda, kedua penjara ini punya sipir yang nggak segan-segan mengeksekusi para tahanan kalau mereka melanggar aturan.

Para karakter utama Area D: Inou Ryouiki. Dari atas (searah jarum jam): Rio, Satoru Iida, Jin Kazaragi, serta Kaito Yuuki.

Masih seputar poin yang mirip, ada beberapa karakter yang ngingetin sama Deadman Wonderland:

  • Satoru Iida (AD) sama Ganta Igarashi (DW). Mereka ini sama-sama bernasib apes karena masuk penjara mengerikan, padahal nggak punya salah apa-apa.
  • Rio (AD) sama Shiro (DW). Dua cewek misterius yang tiba-tiba muncul out of nowhere.
  • Kaito Yuuki (AD) sama Yoh Takami (DW). Keliatannya kayak cowok bishie biasa-biasa aja, tapi sebenarnya oportunis.
  • Jiga (AD) sama Makina (DW). Sipir penjara seksi sekaligus sadis.

Yah, walau orang tipe kayak Kaito-Yoh sama Jiga-Makina pasti ada aja sih di tempat sesuram penjara… Jadi saya nggak begitu persoalin lineup karakter yang mirip.

Just reminder bagi yang nggak tahan sama adegan gore di Deadman Wonderland, tenang aja. Di Area D, sejauh ini, nggak ada adegan kekerasan dengan kadar seekstrim si Deadman Wonderland, kok. Standar shonen manga umumnya.

Oh, iya. Awalnya saya ngira protagonisnya si Satoru (cowok kacamata), soalnya dia yang paling pertama nongol di cerita dan tingkat apesnya sama kayak Ganta (DW) pula. Tapi ternyata salah, karena pemeran utama sebenarnya Jin Kazaragi, si cowok rambut gondrong. Dan saya lagi-lagi salah ngira kalau Satoru adalah ‘si adik’ dalam flashback 12 tahun lalu, tapi ternyata juga bukan.

Biar premisnya mirip sama Deadman Wonderland, komik Area D: Inou Ryouiki menawarkan rasa yang berbeda (which is kinda refreshing). Saya terutama suka sama setting penjara yang mirip sebuah kota, nggak sesuram Wonderland. Saya akan terus menanti bab-bab terbaru Area D. Semoga ceritanya berkembang ke arah yang menarik; dan tentunya bisa cepat lepas dari bayang-bayang Deadman Wonderland.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *