Skip to main content

Semarak Popcon Asia 2015 yang Makin Ramai Nan Megah

Dari tahun ke tahun, Popcon Asia selalu lebih baik dari sebelumnya. Setidaknya, itulah yang saya rasakan selama tiga tahun berturut-turut menyambangi salah satu pameran pop culture paling beken se-Indonesia ini. Tahun ini Popcon kembali ke JCC alias Jakarta Convention Center, Senayan; lokasi yang sama dengan perhelatan Popcon Asia 2013. Tapi ada perbedaan yang jelas terlihat diantara Popcon 2013 dan 2015: crowd-nya! Yap, kalau di tahun 2013 terbilang cukup lengang, kali ini kebalikannya. Rame pake banget! Dan tanpa banyak basa-basi lagi, mari menjelajah Creative Galaxy yang berlangsung selama 7-9 Agustus 2015 ini~ Kalau tahun ini saya berkeliling bareng Depinz sama Yohan Power.

Popcon Asia 2015 Creative Galaxy!

Popcon Asia 2015 mengusung tema luar angkasa, khususnya alien. Tema ini udah terlihat di ticketing booth, di mana desain biliknya pun bernuansa futuristik dan tiketnya pun disebut Starship Ticket.

ticketing-booth-popcon-asia-2015

Tiket sama guidebook-nya pun serba bintang-bintang. Dan ceritanya para pengunjung itu astronot, karena guidebook-nya dikasih judul Cosmonaut Guide Book. Unik!

tiket-popcon-asia-2015

Begitu masuk, kita disuguhi lorong gelap penuh bintang dan ada deretan quotes dari para penjelajah luar angkasa. Salah satunya ada kutipan dari Captain Harlock.

popcon-asia-2015-lorong-creative-galaxy

Mungkin Ini Venue Terbaik Untuk Popcon Asia

Pertama-tama, mari bandingkan Popcon Asia 2014 dan 2015 dari segi areanya. Artist Alley Popcon Asia 2014 di SMESCO menampung sekitar 60 artist. Faktor lokasi, karena Artist Alley-nya bukan ditempatin di sayap barat SMESCO, bukan Exhibition Hall. Kalau Artist Alley sama Commercial Booth ditumplekin jadi satu di Exhibition Hall, kayaknya nggak bakal muat… Sementara itu di Popcon Asia 2015, baik Artist Alley maupun Commercial Booth menempati lokasi yang sama: Assembly Hall JCC. Ajaibnya, bisa menampung sekitar 110 booth artist serta hampir 40 Commercial Booth. Dan trust me, para jajaran Commercial Booth itu makan tempat pake banget. Apalagi booth Re:ON yang dari jaman Popcon 2013 selalu najubile gedenya. Jadi ya, emang bener-bener luas tempatnya. Kalau nyontek di Wikipedia, area Assembly Hall ini katanya seluas 3.921 m².

Tapi bukan cuma soal lebih luasnya venue yang membuat saya bilang kalau JCC itu tempat yang cocok banget buat Popcon. Inget keluhan saya soal sauna di liputan event tetangga? Nah, kalau Popcon Asia 2015 ini… jauh dari kata panas, apalagi sauna. Meski dipadati ribuan pengunjung, nggak menjadikan lokasi event ini lantas jadi panas. In fact, si Depinz yang jadi temen seperjalanan saya ngaku kedinginan biarpun dia udah pakai baju lengan panjang. Saya nggak ngerti JCC pakai sistem pendingin udara apaan. Mau sembah sujud dulu sama para pengelola gedungnya.

Jelajah Creative Galaxy

Sama seperti tahun sebelumnya, saya cuma melipir ke Artist Alley (dan Toysvengers). Tapi lantaran ramainya crowd (salah pilih hari; mestinya saya dateng Jumat siang aja) dan program penghematan anggaran, banyak booth yang cuma dilewatin sekilas doang. Takut mupeng dan khilaf, kakaa… Masuk ke area Popcon Asia 2015, para pengunjung langsung bisa ngeliat deretan booth Toysvengers dengan segala toys dan handicrafts unyu-unyu.

Salah satu booth di area Toysvengers. Para makhluk bantet panjang ala Disney Tsumu ini emang lagi eksis banget. Sampai para karakter DC Comics dan Marvel ini pun dibuat ala-ala Tsumu.

Dan ketika Mickey Mouse dan Baymax jadi horor-tapi-tetep-cute… Beginilah hasilnya.

Di sudut lain, jajaran bowler hat yang terbuat dari kain flanel ini langsung menarik perhatian gw, terutama topi Rilakkuma yang ada di paling bawah itu. But I didn’t even dare to ask for its price, coz I’ve got a feeling that it costed 150k++ (dan karena gw baru aja beli topi kupluk seharga lebih dari itu). Jadi gw fotoin booth Papeto ini dulu aja, terus kapan-kapan belinya online. Sempet liat beberapa anak booth lain pakai topi si Rilakkuma, and the bowler hat was so damn cute!

Nah, kalau booth Castella Projects ini serba bantal. Yang jadi keunikan para bantal ini—selain bentuknya yang nggak cuma kotak-kotak kayak cushion pada umumnya—yaitu di pembuatannya. Alih-alih print DTG, sablon, atau bordir; bantal-bantal Castella Projects dilukis tangan.

Beralih ke Artist Alley. Ada booth GS20 Studio sama Yusuf Idris yang somehow dikerubungin banyak orang. Saya nggak pernah ngepoin artist ini, tapi dari kata Depinz doi artist ngetop. Diliat dari jauh pun artwork-nya emang keren, bo 😀

Booth Is Yuniarto, yang kayak tahun lalu, waktu saya mampir lagi ditinggal pergi sama empunya (yang ternyata nongkrong di booth Re:ON) 🙁 Ada art print bapak-anak Darth Vader sama Luke Skywalker versi wayang yang saya liat di PopCon tahun lalu, dengan tambahan gambar Ryu hadouken. Di sini saya beli komik Garudayana Saga 5.

Di Booth Leoren & Starclust, saya liat penampakan tote bag Chopper yang super nyunyu. Dan berita baiknyaaa… dibandrol dengan harga terjangkau, yaitu Rp 60.000,- saja. Tanpa banyak mikir, langsung tak samber sebelum kehabisan. Selain Chopper, objek yang menarik perhatian lainnya adalah cushion bertemakan Dogvengers.

Berikutnya ada booth Glassine yang dijaga sama Annisa, temen dari jaman masih suka nangkring di subforum Role Playing Cyber Novel VGI. Ada beberapa komik yang diterbitin Glassine—by different authors—yang terpampang di meja serta berbagai artwork Wina Oktavia.

Belanjaan dari booth Glassine: dua postcard karya Wina. Do love her artwork and coloring!

Sejak pertemuan yang mengesankan di Popcon Asia 2014, saya selalu mampir ke booth Archfriends tiap kali dateng ke event yang ada Artist Alley-nya. They were very friendly as usual! Dari terakhir ketemu di HelloFest 2014 (saya nggak dateng ke Cocoon Festival 2015), udah ada dua komik kompilasi baru dari Archie the Red Cat, Azisa Noor, Rama Indra, dan Ai Marwan. Bertajuk Delicious dan Afterdark; dengan tema yang bertolak belakang, yaitu seputar makanan dan yang satunya horor (it’s not even October yet, though).

Di sini saya beli Delicious, Afterdark, Sleeping Beauty, sama After the Rain. Kalau dua yang disebut belakangan itu karyanya Kak Archie. Sebelum dateng ke TKP, udah sempet liat beberapa halaman preview After the Rain di FB. Daaan, itu problematika karakter utamanya kok ‘gue banget’ ya 😛

Booth KELIR alias Kelompok Ilustrator Buku Anak, seperti tahun lalu, tetep diisi oleh barang-barang yang too adorably cute! Dan karena takut khilaf (halah), jadinya saya nggak berani buat ngubek-ngubek isi booth ini kayak tahun lalu 😀

Selanjutnya saya, Depinz, sama Yohan berkeliling gaje… Dan waktu bergaje ria, saya mendapati sosok familiar! Ya, tak disangka-sangka ada figure unyu duo Moon Young dan Dal Dal yang dipajang di meja panita PopCon.

Nggak cukup figure, ada gantungan kunci tiga cewek ‘liar’ pula. Hwah, rasanya pengen beli semuanya… Tapi pas ada pengunjung lain yang nanya soal itu, ternyata pernak-pernik Girls of the Wild’s ini bukan buat dijual. Di situ saya merasa sedih.

Sebagai penutup liputan event ini, saya pajang foto sedikit barang jarahan yang didapet dari Popcon Asia 2015. Beneran, ini cuma sedikit, karena biasanya barang jarahan saya bisa tiga-empat kali lipat dari ini 😛 Di Popcon 2015 ini banyak hal yang nggak saya liat, apalagi jajalin. Hal yang sedikit-banyak bikin saya ngerasa nggak menikmati event ini secara penuh. Mungkin karena saya udah cukup lama absen dari hiruk-pikuk acara pop culture (terakhir ikut Comic Frontier 5 di Januari 2015) dan nggak gitu ngepoin pra-event Popcon 2015, jadinya waktu dateng tingkat antusiasme saya kayak kurang gitu.

So di Popcon Asia tahun depan, saya bertekad (halah) buat ngepoin event-nya jauh sebelum hari-H. Selain itu, datengnya di hari Jumat supaya nggak rame-rame amat dan bisa lebih leluasa ngepoin satu demi satu booth yang ada. Dan tentunya… menabung. See you next year, Popcon Asia!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *