Skip to main content

REVIEW Manga Star Ocean: Till the End of Time Vol 5

BUKU LIMA. COVERNYA SI BABANG ALBEL! KYAAAA #AbaikanFayt #Jahat.

…oke, fangirling-nya udahan dulu. Balik behave. Tahan hasrat buat teriak-teriak heboh.

Udah tenang? Sip.

Akhirnya ada juga gambar Albel versi berwarna. Ngeliat cover-nya yang amat sangat ganteng (sekali lagi abaikan Fayt), saya berekspetasi tinggi akan isi Star Ocean: Till the End of Time jilid yang kelima ini.

Dan review buku satu sampai empatnya mana? …nggak bikin. Yang penting cuma si Babang Albel #HEH.

Babak Utama Pertikaian Aquaria dan Airyglyph

Cerita dibuka dengan usaha Fayt, Cliff, dan Nel dalam menyelamatkan Ameena yang hilang di hutan. Namun alih-alih Ameena, mereka malah menemukan bocah bernama Roger S. Huxley. Setelah beberapa kejadian, Roger akhirnya ikut dengan rombongan Fate.

“Aku tidak cebol! Kalian saja yang terlalu besar!”

—Roger S. Huxley

Best quote dari Dek Roger. Sakarapmu wae.

Sebelum menemukan Ameena, lagi-lagi mereka harus berurusan dengan Clint dan Pierre. Kali ini Pierre membuat monster lumpur yang berbau tengik. Pertarungan pun tak terelakkan lagi. Sementara Fate, Cliff, dan Nel bertarung; Roger malah sembunyi di balik pohon. Untungnya Cliff menyemangati Roger. Akhirnya Roger ikut bertarung dan mengalahkan monster itu. Beberapa saat kemudian, Cliff menemukan Ameena.

Rombongan Fate akhirnya sampai ke Aquios, ibukota Kerajaan Aquaria, dan bertemu dengan Ratu Romeria. Di tengah pembicaraan, datang kabar bahwa Airyglyph akan melakukan serangan. Nel langsung memohon agar Fate mau membantu negerinya. Setelah berpikir sejenak, Fate pun bersedia membantu.

Namun hambatan datang. Untuk menyempurnakan senjata heraldy, mereka harus mengambil salah satu materialnya di pertambangan—yang letaknya dekat dengan teritori Airyglyph.

Pengambilan material berjalan lancar. Tapi saat hendak keluar, mereka dihadang oleh Albel. Sementara Fate dkk—dengan terpaksa—kabur, Cliff dan Tynave menahan Albel.

Saat kembali ke Aquios, tahu-tahu di gerbang sudah ada Ameena yang tergeletak pingsan. Di sampingnya, ada Roger dan perempuan berkerudung—Mirage—yang ternyata berhasil kabur dari Airyglyph.

Ameena memaksakan diri ke Aquious agar dapat bertemu dengan Dion, temannya yang bekerja sebagai ilmuwan di sana. Sayangnya, karena sibuk mempersiapkan perang, Dion tidak bisa menjenguk Ameena. Fate sempat membentak Dion karena itu, tapi terhenti karena keadaan semakin mendesak.

Pasukan Claire yang ada di Arias nyaris kalah setelah digempur oleh Pasukan Airyglyph. Untungnya bantuan datang dari Adray—ayah Claire—serta Nel dan senjata heraldry-nya. Berkat senjata tersebut, Pasukan Aquaria akhirnya berhasil memenangkan perang.

Duke Vox yang tidak terima kekalahan berusaha menyerang Fate. Namun, niatnya tidak berhasil karena Cliff—yang akhirnya berhasil pulang dengan selamat—tiba-tiba menendangnya. Kejutan lain datang. Tiba-tiba di angkasa muncul pesawat Vendeen. Pesawat itu kemudian membombardir orang-orang yang ada di bawah dengan tembakan.

Mencari Si Babang

Dan seperti itulah kisah yang diceritakan di buku lima.

…tapi kenapa nama Albel cuma muncul di dua kalimat? Lho, lho, lho?

Dengan munculnya Albel sebagai cover, saya sangat mengharapkan dia mendapat porsi kemunculan yang banyak (karena di buku-buku sebelumnya cuma numpang lewat). Namun sayangnya, setelah membaca sampai habis, harapan saya tidak terpenuhi. Si doi nyatanya cuma nongol beberapa halaman aja. Bahkan, adegan pertarungannya dengan Cliff di-skip! Tahu-tahu si babang udah digambarkan roboh bersimbah darah dan Cliff juga terluka lumayan parah. Padahal saya mengharapkan adegan pertarungan yang sengit (bangsa tiga sampai lima halaman juga bolelah).

Singkat cerita, saya kok agak-agak ngerasa tertipu ya sama cover ganteng buku kelima ini… Sedihnya hati ini.

Tinggal Dua Buku Lagi. Seriusan?!

Seperti yang udah disinggung sebelumnya, arc Elicoor II memasuki babak utama, yaitu perang besar antara Aquaria dan Airyglyph (akhirnya). Namun ini sekaligus jadi kekhawatiran sendiri. Kenapa? Karena serial komik ini akan ditamatkan di buku ketujuh. Tinggal dua buku lagi, saudara-saudari. Bagi yang mainin game-nya pasti bakal mikir, “Seriusan? Perasaan itu setengah cerita aja belum!”

Dari cerita pasca perang Elicoor II sampai ngelawan Luther, diceritakan dalam dua buku? …yap, abis ini alurnya bakal secepat roller coaster. Eeer, itu nggak okenya.

Pelipur Lara Hati

Kecewa boleh, tapi bukan berarti nggak ada hal yang menarik di buku lima. Mari berpikiran positif~

Di jilid ini muncul beberapa karakter baru dengan segala karakteristik uniknya. Favorit saya si Dek Roger, yang baik tampang maupun kelakuannya ngegemesin. Dan si dedek itu biang ngebanyol; cocoklah sama Cliff.

Dari segi visual juga makin oke dari yang buku-buku sebelumnya. Saya terutama suka sama gimana cara Akira Kanda, komikus Star Ocean 3 menggambarkan adegan-adegan humor. Ekspresinya dapet banget.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *