Skip to main content

REVIEW Ther Melian: Chronicle – Novel Fantasi Bernuansa RPG

Okeee… Nggak biasanya saya sengebet ini buat baca lanjutan sebuah novel. Malah, seringnya nge-drop baca novel tanpa alasan yang jelas. Tetapi semua berubah ketika negara api menyerang serbuan hint nyerempet spoiler dari Shienny a.k.a. Bunny (penulis novel ini sendiri), Oyabun, Bu Tabib, dan Mbak Dian menyerang… Hint yang menyangkut nasib karakter favorit saya di TM, yang tentu aja bikin penasaran luar binasa.

Hal ini berujung ke bela-belain ke Central Park buat beli Ther Melian: Chronicle sama Discord sekaligus, dan ngebaca si buku kedua sampai selesai, hari itu juga.

The power of curiousity is really, really scary…

Ther Melian: Chronicle

  • Pengarang: Shienny M.S.
  • Penerbit: Elex Media Komputindo
  • Tahun Terbit: 2011
  • Jumlah Halaman: 520

Cerita TM Chronicle benar-benar langsung ngelanjutin ending super ngegantung yang disajikan buku prekuelnya. Vrey sebagai pemeran utama lolos dari maut (kalau mati langsung tamat ini serial). Tapi sayangnya rombongan Vrey belum bisa bernapas lega, lantaran mereka masih diburu oleh Karth dan Laruen. Dalam keadaan babak belur karena pertarungan sebelumnya, mereka pergi sejauh mungkin dari jangkauan para pengejar.

Di tengah Vrey yang galau memikirkan Valadin, tiba-tiba Rion mengungkap sebuah rahasia besar menyangkut Aelwen padanya. Shock akan hal itu, Vrey akhirnya melabrak Aelwen; yang membuat hubungan mereka memburuk. Pasangan suami-istri Vrey-Aelwen pun bubar jalan sudah.

Tiada Aelwen, Leighton pun jadi!

Lalu muncullah Leighton, pangeran dari Kerajaan Granville—yang karena suatu dan berbagai hal—kabur dari istana. Dasar pemburu hadiah oportunis; Rion memaksa Leighton untuk membawa rombongannya ke Granville. Sambil menyelam minum air; pertama demi melaporkan perbuatan Valadin ke raja Granville dan para tetua Elvar, dan yang kedua demi mendapat uang karena telah mengembalikan sang pangeran ke istana.

Namun rombongan Vrey lagi-lagi harus berurusan dengan Karth, Laruen, dan Eizen saat mereka singgah di Kerajaan Lavanya. Ternyata para rekan Valadin itu mengincar Templia Undina yang tersembunyi di bawah istana kerajaan tersebut. Para warga Lavanya, bahkan seorang anggota keluarga kerajaan—Putri Ashca—pun ikut terseret dalam masalah.

Cerita TM di buku kedua ini berkembang ke arah yang menarik.

Ada kejutan-kejutan nggak terduga yang menyangkut latar belakang para karakter utama. Ini jadi salah satu poin plus di segi cerita. Salah satu kejutannya mungkin udah bisa diduga (si ‘ini’ sama ‘itu’ ternyata ada hubungan). Sementara yang satu lagi… Well, saya nggak bakal mungkin bisa memprediksinya kalau nggak teringat akan hint yang pernah dikasih Oyabun. Soal siapa? …Aelwen.

Ada juga plot yesterday’s enemy is today’s friend yang ujung-ujungnya, besok jadi musuh lagi. Lalu pertemuan dengan seseorang dari masa lalu (tapi kenapa dia tiba-tiba dimunculin di situ? Momennya jujur berasa agak… maksa?). Dan nggak lama setelahnya, pengkhianatan.

Konflik besar yang mungkin bakal terjadi di klimaks serial TM, mulai dibuka tabirnya di bab-bab akhir TM Chronicle. Sesuatu tentang peradaban masa lampau dan kaitannya dengan kekuatan Aether yang dikumpulkan Valadin.

Dari segi penataan alur, TM Chronicle juga unggul dibanding prekuelnya. Kalau alur TM Revelation terbilang lambat (dan rada ngebosenin di titik-titik tertentu), Chronicle justru sebaliknya. Bukan berarti ngebut kayak roller coaster, tapi lebih karena kepadatan plotnya. Di sini lebih banyak konflik (baik yang berskala besar maupun kecil) dan adegan aksi yang diselipkan di tengah-tengah cerita dibanding TM Revelation.

Tapinya ya, nih… Tapinya…

TM Chronicle ngulangin hal yang sama di segi ending. Kejelasan nasib, menyangkut hidup-mati, salah satu pemeran utama yang (lagi-lagi) dibiarkan mengambang di akhir cerita. Hal yang (lagi-lagi) ‘maksa’ saya buat cepat-cepat ngebaca TM Discord, si buku ketiga. Kayaknya Shienny emang sengaja bikin ending menggantung melulu, nih 😛

Setting TM dikembangkan lebih jauh lagi di TM Chronicle. Benua Ther Melian semakin di-explore di buku kedua ini, dengan adanya kunjungan ke kota-kota dan tempat-tempat lain yang memiliki nuansa berbeda dengan yang ada di buku pertama. Sayangnya numpang lewat doang karena rombongan Vrey diburu-buru waktu, ditambah trio Karth-Laruen-Eizen yang mengacau. Dan pas ngebaca TM ini saya serasa lagi mainin RPG; apalagi pas di Templia Undina sama Templia Hamadryad. Sejarah terbentuknya Benua Ther Melian dan Kerajaan Lavanya pun turut berkontribusi dalam mematangkan setting novel ini. Dan juga elemen sosial-budaya ketiga ras yang diselipkan di berbagai adegan. High score for this.

Tapi skor tertinggi jatuh ke aspek karakter. Perkembangan karakter Aelwen berjalan ke arah yang tak terduga. Unsur percintaan absen di TM Revelation, tapi di buku ini mulai muncul benih-benih cinta di hati Vrey dan Leighton (yang untungnya nggak menye-menye bak sinetron). Valadin dan Laruen, dikarenakan ambisi dan dendam, pelan-pelan terjerumus ke dark side.

Ashca dan Desna, dua karakter baru di Ther Melian: Chronicle.

Munculnya beberapa karakter baru juga membuat suasana TM makin segar. Pasangan Putri Ashca dan Desna, menurut saya adalah dua karater yang loveable. Ashcaputri Kerajaan Lavanyabersikap dewasa, berkepala dingin, anggun, dan sebagai bonus: jago alchemy serta beladiri. A tough princess. Sementara Desna adalah pengawal Putri Ashca yang sangat setia, walau orangnya agak kaku. Saya suka chemistry mereka yang nggak diperliatin secara terang-terangan. Tapi perasaan cinta mereka pada satu sama lain keliatan jelas dari berbagai pernyataan dan tindakan mereka.

Dan mari beralih ke hal-hal yang lebih bersifat teknis. Untuk teknik penulisan, saya nggak bisa berkomentar banyak, karena dari TM Revelation memang udah oke. Sementara di sektor editingGreat improvement. Saya nggak menemukan adanya salah ketik lagi di TM Chronicle. Ekspresi para karakter di ilustrasi pembukaan bab juga mengalami peningkatan; raut muka mereka keliatan lebih hidup.

And the conclusion is… TM Chronicle is way better (in every aspect) than TM Revelation. I’m looking forward to bigger surprises from TM Discord.

3 thoughts to “REVIEW Ther Melian: Chronicle – Novel Fantasi Bernuansa RPG”

Leave a Reply to Klaudiani Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *