Skip to main content

Waktu Nyoblos di Pemilu Legislatif 2014

Si Bocah (yang sebenarnya nggak bocah-bocah amat karena udah bisa ikutan nyoblos), hari ini dateng ke TPS di deket rumahnya buat ikutan nyoblos para calon the-supposedly-wakil-rakyat.

Sempet skeptis dan pengennya golput, entah dengan cara nggak dateng ke TPS waktu hari Pemilu Legislatif, atau dateng tapi nyoblos semua partai biar kertas suaranya nggak bisa dimanfaatkan sama oknum-oknum nggak bertanggungjawab.

Tapi masak lah golput… Seskeptis-skeptisnya sama para calon wakil rakyat itu, tetep mesti taking chances juga lah, begitulah pikir gw. Who knows kalau ada sebagian yang kerjanya memang becus dan orangnya jujur, kan?

Ini Si Bocah kok pikirannya agak terlalu dewasa, ya? ­čśŤ

Biarin, ah. Suka-suka dede, dong, mau punya pemikiran apa ­čśŤ

Oke, jadi tadi pagi gw┬ásekeluarga jalan bareng menuju TPS deket rumah. Lokasi TPS-nya kebetulan sama kayak waktu Pemilu Gubernur DKI Jakarta 2012 kemarin. Dan suasananya pun mirip-mirip… Ada dua papan yang mengapit gerbang TPS.

Jpeg

Papan sebelah kiri nampilin daftar ke-12 partai peserta pemilu beserta para calegnya.

Jpeg

Sementara di sisi berlawanan nampilin daftar pemilih. Sebenarnya gw sempet fotoin lembaran yang nyantumin nama gw, tapi abis dipikir-pikir lagi, sebaiknya nggak dikasi liat di sini karena ada data 19 orang lainnya.

O iya, ini Si Bocah fotoin tata cara pemungutan suaranya:

Jpeg

Nggak rempong kan caranya? Malah simple banget. Tinggal:

  • Ambil nomor antrian.
  • Tunggu nomornya dipanggil.
  • Ambil kertas suara dari petugas.
  • Jalan ke bilik buat nyoblos.
  • Masukin kertas-kertas suaranya ke kotak suara.
  • Celupin jari ke tinta ungu sebagai tanda kalau udah gunain hak pilih.
  • Terus pulang, deh.

Cuma bedanya sama pilgub kemarin, sekarang pilihan buat dicoblosnya jadi jauh lebih banyak (satu dari 12 partai) dan kertas suaranya jadi tiga: DPR (Dewan Perwakilan Rakyat), DPD (Dewan Perwakilan Daerah), sama DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah).

Jpeg

Nah, kalau yang di atas ini suasana waktu ngantri nomor pemilih. Pas gw dateng tadi TKP-nya udah lumayan rame sih, tapi untung masing-masing pemilih nyoblosnya cepet. Jadi nggak sampai nunggu lima menit, giliran Si Bocah tiba juga deh. Waktu nomor gw dipanggil, gw langsung nyamperin petugas TPS buat ngambil tiga kertas suara dengan garis warna biru-kuning-merah.

Jpeg

Dari gambarnya udah tau kan ini apa? Yup, ini tempat buat nyoblos. Disediainnya empat bilik suara membuat proses pemungutan suara jadi berjalan lebih cepat… Terus di belakangnya (yang ada mas-mas petugas TPS sama ibu-ibu itu) adalah tiga kotak tempat pemilih memasukkan kotak suaranya. Notice the blue-yellow-red line?

Beralih ke bilik suara.

Sebelum dateng ke TPS, gw udah memantapkan hati buat milih partai mana (sebut aja Partai Z Cihuy). Jadi waktu buka lembar suara biru sama kuning, gw nggak perlu banyak pikir lagi… Langsung coblos nama partainya!

Tapi gw langsung bingung bin galau begitu ngebuka kertas suara merah yang buat DPD itu. Nah lhooo, cuma ada foto sama nama calegnya doang! Nggak ada keterangan mereka dari partai mana aja! Haduuuh, mana nggak ada yang dikenal pula….

Jadi gw cuma bisa milih berdasarkan MUKA calegnya. Iya, cuma modal liat MUKA doang. Si Bocah menyisir muka-muka para caleg dengan seksama… dan dapatlah satu orang yang mukanya keliatan baik dan friendly!┬áSedikit bocoran: tampak seperti seorang opa yang baik (bukan oppa yang dari Korea itu lho). Terus gw ngelirik kolom nama caleg tersebut… Oke, diliat dari gelar akademisnya, si opa ini orangnya nggak cuma keliatan friendly, tapi juga cerdas.

Okelah kalau begitu… Gw nyoblos si opa aja.

Setelah ngegalau sejenak soal DPD, Si Bocah pun masukin kertas-kertas suaranya ke ketiga kotak suara. Mulai dari si biru, si kuning, dan diakhiri dengan sim merah. Abis itu gw dengan pedenya ngeloyor pergi begitu aja, tapi eh dipanggil sama mas-mas petugas TPS… Ternyata gw lupa mampir ke tempat pencelupan jari!

Jpeg

Terakhir, foto tanda bukti kalau Si Bocah udah nyoblos di Pemilu Legislatif 2014 ini. Tadinya pengen ke Starbucks buat dapetin kopi susu gratisan, tapi es kelapa deket rumah lebih nikmat euy….

Dan ternyata Partai Z Cihuy yang gw pilih perolehan suaranya nggak mencapai 10%. Yah, Partai Z Cihuy ini bukan termasuk partai yang udah lama berkuasa, sih. Jadi dimaklumi. Gw sengaja nggak mau milih partai tempat capres jagoannya bernaung, soalnya nggak pengen kalau partainya doi terlalu mendominasi kursi DPR kalau nanti doi udah jadi presiden (doi asalnya dari partai besar, euy, jadi pasti dapet banyak suara di Pemilu Legislatif ini).

Sebenarnya ada dua partai lain yang gw sempet pertimbangin (sebut aja Partai Y Ceria dan Partai X Makmur), tapi dari yang bisa diamati belakangan ini para capres sama cawapres dari dua partai itu alamat bakal ngejatohin capres jagoan gw banget kalau misalnya doi menjabat nanti.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *